Selasa, 14 April 2015

Menggapai Guru yang Akuntabel Berdasarkan Learning Trajectory



Refleksi perkuliahan Pengembangan Learning Trajectory Pendidikan Dasar yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. di kelas Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas) ruang 200B gedung lama Pascasarjana UNY sebanyak 9 mahasiswa pada hari Rabu, 08 April 2015 pukul 07.00 sampai dengan 08.40 WIB.

 Learning Trajectory merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana siswa belajar serta bagaimana siswa berpikir yang diaplikasikan dalam Teaching Trajectory tentang bagaimana guru menyelenggarakan proses belajar mengajar. Teaching Trajectory sebagai hasil dari Learning Trajectory secara formal adalah dokumen resmi seperti UUD 1945, UU Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah, Kurikulum, Silabus, RPP, LKS, dan perangkat PBM lainnya. Guru yang akuntabel (dapat dipercaya) harus berdasar teori. Guru yang akuntabel harus membaca referensi-referensi berbagai teori belajar dan mengajar. Secara material adalah konteks fisik, budaya, sastra, kebiasaan, adat, dll. Secara filsafat, belajar Learning Trajectory adalah untuk memperoleh makna/arti yaitu wadah dan isinya (ontologi), metode (epistimologi), dan etik dan estetika (aksiologi). Wadah adalah sintaks dan isi adalah semantik atau kategori. Tiadalah isi tanpa wadah dan tiadalah wadah tanpa isi. Isi/arti tergantung dari wadahnya.

Sebenar-benar ilmu adalah pandawa papan, sesuai dengan kahanan, sesuai dengan ruang dan waktunya, sesuai wadah dan isinya. Dalam pembelajaran, Matematika SD dengan Matematika SMP berbeda. Jika Matematika SD dengan Matematika SMP dipukul rata sama semua, maka butalah hati, pikiran, dunia, dll. Orang yang paling berbahaya dan bodoh di dunia adalah orang yang tidak mengerti dan santun terhadap ruang dan waktu.
Teori-teori belajar diinteraksikan dengan cara dibaca, dipikir, kemudian dikerjakan. Setiap titik interaksi selalu ada 3 hal:
a.         Rutin yaitu mendapat kodrat/nasib. Tidak mendapat ilmu dan tidak berikhtiar.
b.        Penelitian yaitu sebenar-benar hidup dengan meneliti, fokus/konsentrasi dalam ikhtiar membaca.
c.         Melebar yaitu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Setiap titik berlanjut ada 3 hal lagi dan seterusnya tanpa henti sehingga hidup penuh dengan ikhtiar dan berdoa.
Wujud teori-teori belajar adalah proses belajar mengajar. Cara berpikir siswa ada 3 unsur menurut Sigeo Katagiri yaitu sikap, metode, dan materi/isi sehingga ada Realistic Mathematics Education. Dalam memfasilitasi belajar Matematika berawal dari tahap konkret, model konkret, model formal, kemudian Matematika formal. Benda yang digambar adalah model. Sama seperti Teori Bruner diawali dari tahap enactive (benda), iconic, dan symbolic.
Bagaimana siswa belajar dalam spiritual adalah sikap siswa dalam doa. Dari filsafat (normatif), kompetensi meliputi will, attitude, knowledge, skill, dan experience. Secara umum/formal, kompetensi belajar adalah SKL. Maka bagaimana siswa mampu berpikir di kelas dapat diungkap atau diselidiki menggunakan metode eksplorasi, studi kasus, PTK, dll. Referensi pun harus ada benang merahnya untuk menuju pembelajaran yang inovatif. Perlunya menyelidiki dengan penelitian-penelitian untuk memperjelas bagaimana siswa belajar dan menciptakan pembelajaran inovatif.

Gambar 1. Skema Menggapai Guru yang Akuntabel Berdasarkan Learning Trajectory

 Oleh: Ika Noviana (14712251002)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar