Selasa, 21 April 2015

Identifikasi dan Pengembangan Pembelajaran Matematika di SD Menggunakan Pendekatan Gunung Es Matematika Realistik

Postingan artikel ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Pengembangan Learning Trajectory Pendidikan Dasar yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Oleh Ika Noviana (14712251002) Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas).




Belajar merupakan proses perubahan perilaku seseorang ke arah yang positif baik dari segi kompetensi, sikap, maupun keterampilan sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya. Dalam belajar terjadi penambahan pengetahuan atau perolehan pengalaman baru oleh seseorang dalam bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Maka sebagai guru harus mampu memfasilitasi siswa belajar agar siswa mampu melalui proses perubahan perilaku ke arah yang positif baik dari segi kompetensi, sikap, maupun keterampilan melalui pengalaman dan interaksi siswa dengan lingkungannya secara nyata.
Pengalaman dan interaksi siswa dengan lingkungannya secara nyata dalam proses pembelajaran dimana guru memfasilitasi siswa belajar matematika berkaitan dengan pendidikan matematika realistik (Realistic Mathematics Education). Keistimewaan dari Realistic Mathematics Education (RME) meliputi:
1.        Penggunaan situasi yang realistis untuk mengembangkan matematika.
2.        Kegiatan meneliti mendorong siswa untuk bergerak dari informal ke representasi formal.
3.        Kurang penekanan pada algoritma, lebih pada masuk akal.
4.        Penggunaan guided reinvention.
5.        Kemajuan menuju ide-ide formal yang dilihat sebagai proses jangka panjang.
Realistic Mathematics Education  sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika sekolah terutama matematika sekolah dasar karena matematika murni dengan aksioma-aksiomanya yang bersifat abstrak berbeda dengan matematika sekolah. Matematika sekolah menurut Ebbutt dan Straker (1995):
1.      Matematika adalah mencari pola dan hubungan
2.      Matematika adalah kegiatan kreatif, yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan.
3.      Matematika adalah cara memecahkan masalah.
4.      Matematika merupakan sarana mengkomunikasikan informasi atau ide.
Berdasarkan Realistic Mathematics Education dan Matematika sekolah yang berbeda dengan Matematika murni, sebuah pendekatan pembelajaran matematika dengan fenomena gunung es (Iceberg) dalam Realistic Mathematics Education  direkomendasikan untuk pembelajaran matematika sekolah terutama matematika sekolah dasar. Pendekatan gunung es (Iceberg Approach) dalam Realistic Mathematics Education (Moerlands dalam Sutarto, 2008) meliputi 4 tahap:
1.        Mathematical world orientation
2.        Model material
3.        Building stones, number relations
4.        Formal notation

Pada kesempatan ini saya akan mencoba mengidentifikasi dan mengembangkan pembelajaran Matematika SD menggunakan pendekatan gunung es (Iceberg Approach) pendidikan matematika realistik (Realistic Mathematics Education) pada:
Kelas          : I (satu)
Semester     : 2 (dua)
Tema          : Lingkungan Bersih, Sehat, dan Rapi
Subtema     : Lingkungan Rumahku
KI               : 3.  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati mendengar, melihat, membaca, dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KD             : 3.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
Indikator    : Mengidentifikasi operasi pengurangan
Materi pembelajaran matematika di sini adalah pengurangan bilangan sampai dengan 20. Tentu saja dalam proses pembelajaran siswa tidak langsung ditanamkan konsep formal pengurangan dengan angka-angka formal. Tidak seperti pembelajaran konvensional yang hanya transfer of knowledge, pembelajaran matematika kali ini akan menggunakan pendekatan gunung es (Iceberg Approach) dalam  Realistic Mathematics Education.
Pembelajaran matematika SD pada materi kelas I tentang operasi pengurangan menggunakan pendekatan gunung es (Iceberg Approach) pendidikan matematika realistik (Realistic Mathematics Education) yang saya kembangkan meliputi:
1.        Mathematical world orientation
Siswa terlebih dahulu difasilitasi dengan benda-benda nyata untuk membangun konsep pengurangan bilangan. Melalui benda-benda nyata yang ada dalam dunia siswa dan dekat dengan pengalaman siswa akan mempermudah siswa memahami pengurangan secara konkret berapa jumlah benda sebelum dikurangi dan berapa jumlah benda setelah dikurangi.
2.        Model material
Benda-benda nyata atau konkret yang digunakan sebagai media untuk membantu siswa memahami konsep pengurangan bilangan secara konkret dengan mengurangi jumlah benda konkret kemudian dapat ditingkatkan ke tahap model material yaitu pembentukan skema dengan cara menggambarkan benda-benda konkret dalam memfasilitasi belajar pengurangan bilangan.
3.        Building stones, number relations
Setelah siswa mampu memahami pengurangan bilangan melalui benda nyata ataupun model materialnya, siswa mulai membangun pengetahuan mengenai pengurangan bilangan misalnya melalui garis bilangan. Garis bilangan tersebut akan menghubungkan angka-angka dengan pengurangan bilangan.
4.        Formal notation
Setelah siswa sudah mampu melalui 3 tahap Iceberg Approach, siswa akan mampu mengembangkan pengetahuannya dari konkret menuju formal notation tentang pengurangan bilangan. Siswa sudah mampu memahami lambang bilangan dan pengurangan terhadap lambang bilangan tersebut.

 
 Gambar 1. Pendekatan Gunung Es pada Operasi Pengurangan


Sumber:
Buku Pegangan Kurikulum 2013 Kelas I Tema Lingkungan Bersih, Sehat, dan Rapi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar